Deretan Novel Tere Liye yang Diangkat ke Dunia Perfilman

Tere Liye merupakan penulis novel produktif di Indonesia. Sampai saat ini sudah terhitung ada 28 novel yang telah diterbitkan. Gaya bahasanya membawakan cerita memang tidak pernah mengecewakan pembaca. Dari hampir semua karyanya selalu menjadi best seller. Serta quote-quote yang puitis sangat banyak dijumpai di setiap bagian novelnya. Namun kehidupan pribadi penulis ini benar-benar tidak pernah dipublikasikan. Dari sekian banyak novelnya terdapat beberapa yang diangkat ke dalam dunia perfilman. Berikut adalah daftar novel Tere Liye yang difilmkan.

Deretan Novel Tere Liye yang Diangkat ke Dunia Perfilman

Hafalan Surat Delisa

Novel Tere Liye satu ini mengisahkan tentang seorang gadis 5 tahun yang akan menghadapi ujian praktik shalat. Cerita ini berlattar tsunami Aceh. Yang membuat cerita ini sangat menyentuh yakni ketika Delisa, gadis 5 tahun tersebut tidak menyadari datangnya air bah besar yang menenggelamkan kotanya. Delisa berhasil selamat, namun tidak dengan ibu dan saudaranya. Dalam filmnya Delisa diperankan oleh Chantiq Schagerl. Bintang terkenal seperti Reza Rahardian berperan sebagai ayah delisa, juga Nirina Zubir sebagai ibu Delisa.

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Cerita ini mengisahkan tentang wanita yang hidup sendiri dalam keadaan kurang mampu. Dikisahkan dalam novel Tere Liye wanita ini harus mencari nafkah serta biaya pendidikan sendiri, sampai suatu hari datang seorang pria yang mau menanggung kehidupan serta menjanjikan kehidupan cerah di masa depan. Seiring waktu berjalan, perasaan Tania, tokoh utama perempuan berubah menjadi cinta padanya. Film ini diproduksi oleh Ody Mulya Hidayat, Maxima Pictures pada tahun 2016.

Ayahku (Bukan) Pembohong

Kisah ini menceritakan tentang seorang pria bernama Dam yang semasa kecilnya selalu mendapat cerita tentang kebijakan dari ayahnya. Suatu saat ketika dia menemukan cerita serupa pada suatu buku, Dam memutuskan untuk tidak ingin anaknya mendapat cerita yang sama dari ayahnya. Namun justru anak-anaknya sangat menyukai cerita kakeknya. Hingga suatu hari Dam menemukan keadaan dimana cerita ayahnya benar-benar terbukti. Film ini diproduksi oleh Maxima Pictures.

Rembulan yang Tenggelam di Wajahmu

Novel Tere Liye ini menceritakan tentang lima pertanyaan seorang anak yang tak kunjung mendapat jawaban, Rey, tokoh utama dalam cerita ini memiliki obsesi untuk memperbaiki hidupnya untuk menemukan kepuasan diri. Menjelang kematiannya, Rey seolah mendapat flash back tentang hidupnya, disitulah di mendapatkan jawaban atas pertanyannya. Lagi-lagi Maxima Pictures yang memproduksi film ini.

Bidadari-bidadari Surga

Film ini sudah ditayangkan pada tahun 2012. Kisahnya mengangkat cerita seorang perempuan yang menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya. Karena terlalu sibuk bekerja, di usianya yang sudah tidak muda lagi dia belum menemukan jodohnya. Pasti ada-ada saja yang menghalanginya

Kira-kira film yang mana yang Anda suka? Jangan lupa menengok seberapa seru kisah ceritanya.

5 Novel Tere Liye Terfavorit dengan Cerita yang Menarik

Beberapa waktu lalu dunia literasi seakan berduka akan pernyataan Tere Liye yang mengumumkan akan berhenti dari dunia kepenulisan. Apa alasannya? Banyak yang bertanya-tanya. Dari sekian banyak karyanya tidak ada satu pun yang tidak laris. Kualitas dan gaya bahasa novel Tere Liye membuat novelnya terasa berbeda dan berkelas. Tere Liye mengungkapkan ada sedikit masalah dengan pihak pajak sehingga membuatnya berpikiran untuk berhenti mengeluarkan novel lagi.

5 Novel Tere Liye Terfavorit dengan Cerita yang Menarik

Hari ini kita bisa berlega karena Tere Liye sudah menyelesaikan masalah tersebut dengan baik-baik. Tere Liye terus memberikan kejutan menarik di setiap ceritanya kepada para pembaca. Namun tahukah Anda mana saja karya-karya tere Liye yang menjadi favorit bagi banyak orang? Berikut 5 novel Tere Liye terfavorit.

Hafalan Surat Delisa

Sudah tidak asing bukan? Novel ini bahkan pernah diangkat dalam sebuah film. Diambil dari latar bencana tsunami di Aceh, kisah Delisa ini benar-benar terasa nyata. Dikisahkan seorang anak perempuan yang akan segera menghadapi ujian praktik sholat. Namun, na’as pada hari ujian tiba, Delisa yang sedang mempraktikan gerakan sholat tidak menyadari bahwa di sekitarnya telah terjadi banjir besar.

Negeri Para Pedebah

Dari judulnya sudah jelas novel ini merupakan bentuk sarcasm yang menyindir pejabat-pejabat negara yang berkelakuan layaknya bedebah. Novel Tere Liye ini benar-benar menggambarkan bagaimana pemerintahan selama ini berjalan, korupsi dan suap yang terjad. Jika lebih detail, bahkan Tere Liye menuliskan kejadian korupsi yang besar di Indonesia melalui alur cerita yang sama, dengan nama tokoh yang berbeda.

Bumi, Bulan, Matahari, Bintang

Serial fiksi novel Tere Liye ini sangat kreatif. Di dalamnya terdapat fiksi-fiksi yang sangat menakjubkan. Jika novel ini difilmkan rasanya tidak akan sanggup, karena benar-benar di luar akal manusia. Novel ini menceritakan tentang Raib, Ali, dan Seli yang memiliki kekuatan super. Ketiga siswa SMA tersebut harus beberapa kali terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka bertarung.

Rindu

Tere Liye memberi sentuhan sejarah bangsa Indonesia pada novel ini. Diangkat dari kisah perjalanan haji dengan kapal Blitaar Holland pada tahun 1938, Novel “Rindu” ini menceritakan kerinduan tersirat penulis dalam novel. Banyak karakter yang disajikan Tere Liye dalam bentuk yang sangat unik. Usia muda hingga tua penulis jelaskan dengan apik. Seperti kisah seorang pasangan orang tua yang saling mencintai selama puluhan tahun.

Pulang

Novel satu ini menceritakan tentang tokoh Bujang yang melakukan perjalanan hidup yang panjang jauh dari orangtua. Hidup bersama seorang Tauke yang mengajarinya banyak hal dalam dunia mafia. Bertemu dengan tokoh mafia dunia, membuatnya harus berurusan dengan kongkalikong dunia hitam. Arti tersirat dari novel ini terletak dari pesan untuk pulang, yakni ketika keadaan bagaimanapun keadaan kita pada akhirnya kita harus pulang pada sang pencipta.

Novel Tere Liye yang Pantas di Acungi Jempol

Kemarin dunia literasi yang ada di Indonesia seakan-akan telah diguncang oleh badai yang dahsyat. Hal ini dikarenakan seorang penulis kenamaan yang telah berhasil mengumumkan pada puluhan karya yang bagus dan berkualitas yang mana hal ini pun telah mengumumkan pada dirinya yang mana hal ini pun tidak akan menerbitkan bukunya pada penerbit manapun. Novel tere liye ini pun juga menjadi salah satu buku novel bacaan yang siap memanjakan para pembacanya untuk bisa mengikuti alur cerita yang sangatlah menarik dan berbeda dengan jenis novel yang lainnya.

 Novel Tere Liye yang Pantas di Acungi Jempol

Setiap buku yang ditulisnya pun juga mampu untuk meraih predikat best seller. Bahkan hal ini pun juga telah diberikan pengumuman dan disampaikan dengan melalui postingan yang ada di fanspagenya, bahkan hal ini pun juga menjadi salah satu trending topic yang ada di twitter. Tentu saja hal ini pun berisinya mengenai pro kontra pada keputusan bang Tere. Sudah menjadi hal yang maklum jika terjadi pro kontra, hal ini dikarenakan Bang Tere juga ikut mundur dari penerbitan yang mana hal ini pun juga memiliki alasan tersendiri.

Bagi para masyarakat penggemar buku hasil ciptaan dari Tere Liye, tentunya akan merasa sedih akan keputusan dari Bang Tere. Terlebih lagi semua karya yang dihasilkan oleh Bang Tere ini pun juga mampu memberikan banyak inspirasi para masyarakat setempat yang menjadikan buku-bukunya laris dipasaran. Terlebih lagi untuk Anda yang menyukai novel Tere Liye, maka Anda pun bisa untuk menikmati pada beberapa hasil buku yang keren dan menarik serta berbeda dengan jenis novel yang lainnya.

Berikut ini ada beberapa jenis novel Bang Tere yang pantas untuk di acungi jempol, yaitu sebagai berikut ini:

  • Hafalan surat delisa.

Jenis novel yang satu ini mampu memberikan kesan yang sangat menarik, termasuk novel jenis ini yang selalu membekas di ingatan pembacanya. Dalam novel ini memiliki latar belakang bencana tsunami Aceh. Untuk novel hafalan surat delisa ini menjadi novel yang sukses di film kan dan laris dipasaran.

  • Negeri para bedebah.

Dalam novel ini berisi tentang sindiran untuk para oknum pejabat yang kotor. Bang Tere telah berhasil membungkusnya dalam kisah yang menarik melalui novel jenis yang satu ini.

  • Daun yang Jatuh tidak pernah membenci angin.

Untuk novel Bang Tere yang satu ini pantas untuk di acungi jempol yang dapat memberikan kesan yang lebih menarik dan layak di apresiasi.

 Membaca novel memang menjadi hal yang sangatlah menyenangkan, termasuk jenis novel Tere Liye yang telah berhasil menghadirkan banyak produk novelnya yang siap menarik perhatian banyak para pembacanya. Terlebih lagi diantara banyaknya novel yang dikeluarkan ini pun juga mampu menarik perhatian banyak para masyarakat setempat. Dan beberapa novel yang ada di atas pantas untuk di acungi jempol.