Ini Dia Buku Keren yang Mampu Membuat Anak Tertarik untuk Belajar

Sekarang ini inovasi yang dilakukan oleh para penulis buku anak sudah semakin maju dan tentu saja menarik untuk di pelajari dengan sangat baik. Inovasi dari buku-buku untuk anak bukan hanya sekedar jenis buku bermain atau buku cerita saja, akan tetapi juga buku-buku pelajaran dan juga edukasi untuk anak pun kian di buat semakin menarik, yang mana hal tersebut memiliki tujuan agar anak mau dan berminat serta tertarik untuk belajar setiap waktunya. Buku pelajaran untuk anak yang di buat dengan kerennya tentu saja di harapkan mampu untuk membuat anak lebih tertarik dengan buku pelajaran yang bisa mereka baca setiap waktunya. Maka tidak heran jika buku keren untuk anak pun semakin banyak di temukan di berbagai toko buku sekarang ini.

Ini Dia Buku Keren yang Mampu Membuat Anak Tertarik untuk Belajar 

Para orang tua tentu saja akan memberikan yang terbaik untuk anak mereka terutama dari sisi pelajaran dan pendidikan anak, yang mana dengan memenuhi segala kebutuhan pendidikan anak yang di harapkan bisa untuk membuat anak tumbuh menjadi orang yang pintar dan cerdas dan tentu saja peduli dengan sesama. Memberikan buku pelajaran untuk anak pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan, mengingat bahwa cukup banyak kejadian di beberapa sekolah yang mana terdapat buku pelajaran untuk anak yang di dalamnya mengandung unsur atau juga gambar yang tidak baik untuk usia anak. 

Sebagai orang tua yang memiliki anak kecil yang akan masuk ke sekolah dasar tentu saja akan berusaha untuk memberikan pelajaran terlebih dahulu di rumah dengan memberikan buku pelajaran untuk menulis dan membaca anak yang mana agar nantinya anak bisa tahu dan belajar terlebih dahulu di rumah sebelum di sekolah. Memilih buku keren yang memberikan edukasi kepada anak tentu saja memiliki tujuan agar anak mau belajar dan tertarik dengan buku pelajaran yang mereka miliki. 

Para penulis buku untuk anak tentu saja harus selalu kreatif bukan hanya di dalam menulis isi dari buku tersebut, akan tetapi juga kemasan yang ada di dalam buku tersebut dengan cara memberikan gambar yang menarik untuk anak dan yang pasti sesuai dengan usia anak. Hal tersebut tentu saja akan menjadi pusat perhatian untuk anak dengan pemilihan gambar serta warna buku yang menarik untuk di baca.

Buku keren untuk anak sekarang ini juga terdapat yang bisa untuk mengeluarkan suara tergantung dari pelajaran apa atau perintah apa yang ada di dalam buku tersebut. Keunikan tersebut tentu saja membuat anak menjadi jauh lebih memahami apa yang mereka pelajari dengan bantuan visual dan juga audio yang akan membuat mereka menjadi lebih paham dengan pelajaran yang mereka kerjakan nantinya.

Inilah Deretan Buku Keren yang Wajib Dibaca oleh Para Mahasiswa Indonesia

Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya mahasiswa membaca buku setiap harinya. Bukan sembarang buku yang harus dibaca, akan tetapi sangat disarankan agar buku yang dipilih adalah buku-buku yang bisa membuat pengetahuan menjadi bertambah. Berikut ini ada beberapa buku keren yang wajib dibaca oleh para mahasiswa Indonesia, antara lain:

Inilah Deretan Buku Keren yang Wajib Dibaca oleh Para Mahasiswa Indonesia

Negeri 5 Menara

Meskipun buku karya Anwar Fuadi ini bukanlah buku baru, tetapi buku ini tetap layak untuk dibaca. Konon, cerita yang ada di dalam novel ini terinspirasi oleh kisah nyata, dengan tokoh utamanya bernama Alif Fikri. Diceritakan sang tokoh utama tersebut adalah salah satu santri di Pondok Madani. Di pondok tersebut, dia bersahabat dengan Baso keturunan Bugis, Dulmajid keturunan Madura, Atang dari Sunda, Raja anak Batak dan Said yang merupakan keturunan Arab. Persahabatan tersebut sangat erat dan penuh dengan nuansa kekeluargaan walaupun mereka berasal dari suku yang berbeda-beda. Ada banyak pesan inspiratif yang disampaikan oleh penulis dalam buku ini, sehingga sangat disayangkan jika mahasiswa melewatkan dan tidak membacanya.

Madilog

Jika Anda termasuk orang yang suka dengan bacaan serius, maka Anda harus membaca buku keren karya dari Tan Malaka ini. Buku ini berisi gagasan seorang Tan Malaka mengenai kebangsaan. Berdasarkan referensi, diketahui bahwasanya Tan Malaka ini merupakan orang pertama yang menuliskan konsep tentang Republik Indonesia dalam karyanya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925 silam. Buku ini pula yang sekaligus menginspirasi Presiden Soekarno untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Namun sayangnya, seorang Tan Malaka yang sangat berjasa tersebut harus mati di tangan bangsanya sendiri. Bertahun-tahun lamanya nama beliau dihapuskan dari sejarah bangsa Indonesia. Bahkan buku beliau yang berjudul Madilog ini juga dilarang untuk beredar. Padahal, isi yang ada di dalamnya sangat bagus, karena tidak hanya berisi ilmu serta nilai kehidupan saja, tetapi juga memuat tentang pemikiran yang luar biasa dari sang penulis sendiri.

Catatan Seorang Demonstran

Bagi mahasiswa yang ingin keren, wajib untuk memasukkan buku berjudul Catatan Seorang Demonstran dalam daftar bacaannya. Hal ini dikarenakan Catatan Seorang Demonstran tersebut memuat pemikiran-pemikiran sang penulis sendiri, yakni Seo Hok Gie, dimana kita tahu bahwa beliau adalah salah satu tokoh idealis yang selalu berpegang teguh pada prinsipnya dan tidak jarang mahasiswa yang merasa kagum dengan beliau bahkan berkeinginan untuk mempunyai keberanian dan pikiran kritis yang sama seperti beliau.

Pulang

Buku keren yang juga wajib untuk dibaca kali ini berbentuk novel. Judulnya adalah Pulang karya dari Leila S. Chudori. Novel ini terbit pada tahun 2012 yang lalu dan berhasil mengantarkan penulisnya pada Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2013 dengan kategori prosa. Buku ini menceritakan tentang sosok Dimas yang menjadi eksil politik di Paris. Dia tidak bisa pulang ke tanah air karena di sana sedang ada peristiwa G30S/PKI sehingga dia kemudian hidup dan tinggal di Paris bersama dengan 3 temannya yang lain yaitu Risjaf, Tjai dan Mas Nug. Yang membuat buku ini sangat keren adalah cerita di dalamnya menggabungkan 3 peristiwa bersejarah sekaligus yaitu 30 September 1965 di Indonesia, Mei 1998 di Indonesia dan Mei 1968 di Perancis.