The Interpretation Of Dreams Buku Psikologi Karya Sigmund Freud

The Interpretation of Dreams adalah buku psikologi yang ditulis oleh ahli psikoanalis yang terkenal, Sigmund Freud, di mana Freud memperkenalkan teori bawah sadar terhadap interpretasi mimpi  dan membahas apa yang kemudian akan menjadi teori kompleks Oedipus. Revisi buku ini setidaknya dilakukan sebanyak delapan kali dan, dalam edisi ketiga, menambahkan bagian yang luas yang memperlakukan simbolisme mimpi yang sangat harfiah, mengikuti pengaruh Wilhelm Stekel.

Buku psikologi legendaris ini pertama kali diterbitkan dalam edisi 600 eksemplar, yang tidak dijual keluar selama delapan tahun. The Interpretation of Dreams kemudian mendapatkan popularitas, dan tujuh edisi lainnya diterbitkan dalam ketika Sigmund Freud masih hidup. Karena buku ini panjang dan penuh kompleksitas, Freud juga menulis sebuah versi singkat yang disebut On Dreams. Teks aslinya secara luas dianggap sebagai salah satu karya yang paling signifikan Freud. Freud menghabiskan musim panas pada tahun 1895 di manor Belle Vue dekat Grinzing di Austria, di mana ia memulai lahirnya The Interpretation of Dreams

Mimpi, dalam pandangan Freud, adalah segala bentuk “pemenuhan keinginan” – upaya oleh sadar untuk menyelesaikan konflik dari beberapa macam, apakah sesuatu baru atau sesuatu dari relung masa lalu (kemudian di luar Pleasure Principle, Freud akan membahas mimpi yang tidak muncul untuk menjadi keinginan-pemenuhan). Karena informasi di bawah sadar dalam bentuk susah diatur dan sering mengganggu, sebuah “sensor” prasadar tidak akan memungkinkan untuk melewati berubah menjadi sadar. Seperti, alam bawah sadar harus mendistorsi dan makna informasi untuk membuatnya melalui sensor. Dengan demikian, gambar dalam mimpi sering tidak apa yang mereka tampaknya, menurut Freud, dan perlu interpretasi yang lebih dalam jika mereka ingin menginformasikan pada struktur bawah sadar.

Baca Juga: Berita Terpercaya Seputar Dunia Perbukuan

Dia juga mengusulkan ‘fenomena kondensasi’; gagasan bahwa satu simbol sederhana atau gambar yang disajikan dalam mimpi seseorang mungkin memiliki beberapa makna. Untuk alasan ini, Freud mencoba untuk fokus pada detail selama psikoanalisis dan bertanya pasiennya tentang hal-hal yang mereka bahkan bisa berpikir sepele (yaitu saat pasien sedang menggambarkan pengalaman dalam mimpi mereka, Freud bisa meminta mereka memahami: “ada tanda-tanda pada dinding ? Apa itu?”).

Ia juga menyatakan bahwa ketika kita mengamati benda berongga dalam mimpi kita, seperti kotak atau gua, ini adalah simbol dari rahim, sedangkan obyek memanjang adalah simbol untuk penis. Karena pernyataan ini, Freud menarik banyak kritik di zamannya maupu setelahnya, dari orang-orang yang percaya dia ” sexist” atau “ “misanthrope” karena ia diduga telah overemphasised peran naluri, seakan ia percaya orang-orang “binatang buas” pada Mimpi. Buku psikologi The Interpretation of Dreams  layak dibaca bagi mereka yang sedang tertarik pada segala macam analis psikologis Sigmund Freud.

Be Sociable, Share!
February 22, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *