The Horse and His Boy, Novel Anak Paling Legendaris

The Horse and His Boy, kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Kuda dan Anak Manusia, adalah salah satu novel anak yang paling hits dikala itu. ditulis oleh novelis kenamaan C.S Lewis (lahir 9 November 1898 dan meninggal 22 November 1963).  Disamping sebagai penulis novel anak, C.S Lewis juga dikenal sebagai kritikus, penyair, esais terkemuka dunia yang berasal dari Irlanida Utara. Bisa dikatakan, The Horse and His Boy, Novel Anak paling legendaris. Diluncurkan pertama kali pada tahun 1954 dan cukup mendapat sambutan yang luar biasa saat pertama kali dipublis ke publik. The Horse and His Bot, adalah buku kelima dari 7 kisah legendaris ‘The Chronicles Of Narnia’.  

Baca Juga : Finders Keepers Novel Terbaru Dari Stephen King

Novel anak The Horse and His Boy (Kuda dan Anak Manusia)  bercerita tentang seorang anak yang diasuh orang Calormen,  berencana pergi ke dunia Narnia dan Archenland bersama seekor kuda yang bisa bicara, bernama Bree. Anak itu bernama Sastha, yang tinggal dan diasuh oleh orang yang kasar. Bernama Arsheesh. Sastha berniat dan mempunyai impian besar, yakni pergi berpetualang ke utara. Padahal Sastha belum tahu bentuk Utara seperti apa.  Lalu muncul panglima Calormen bersama kuda perangnya. Panglima itu, menyukai Sastha dan berniat membelinya. Panglima menginap di gubuk mereka, dan mengadakan tawaran harga. Dan di saat inilah, Sasta disuruh tinggal di Istal. Di Istal dia terkejut ketika kuda sang panglima ternyata bisa berbicara. Kuda tersebut ternyata dari Narnia. Jadilah mereka berdua, binatang dan manusia berpetualang ke utara bersama-sama. dan di dalam perjalanan mereka menuju utara, banyak menemukan kisah-kisah yang menegangkan.

Novel yang sarat petualangan antara kuda dan anak manusia, ini memang cocok bagi pembaca muda, yang masih usia anak-anak. Novel ini memang bergenre anak-anak fantasi. Imajinasi yang luar biasa dari C.S Lewis ini, memang mampu menghipnotis para pembaca mudanya untuk membayangkan wujud Narnia,seperti apa. C.S Lewis seperti mengajak anak-anak untuk terus berimajinasi saat membaca karya-karyanya. Imajinasi tanpa batas. Berpetualang di dalam novel, sungguh menyenangkan. Jadi tak heran, kalau novel The Horse and His Boy, sangat digemari anak-anak di seluruh dunia.  Walaupun buku The Horse and His Boy, ini buku ke 5 yang diluncurkan dan diterbitkan. Jika di dasarkan pada kronologis cerita. Buku ini, sesungguhnya buku ketiga setelah, sang singa, sang penyihir dan lemari. Kekuatan pada novel anak ini terletak pada anak bernama Sastha yang bukan berasal dari dunia kita. Tapi di luar realita.

Karya-karya C.S Lewis sampai saat ini, terus dicetak dan dibaca. Juga telah diterjemahkan ke tiga puluh bahasa di seluruh dunia.

October 19, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *