Serba-serbi di Dalam Novel Laskar Pelangi

Mungkin Anda sudah sering mendengar menariknya novel Laskar Pelangi. Di dalam novel ini, tema utama yang di usung adalah pendidikan. namun uniknya, tema pendidikan di dalamnya di selingi dengan kisah persahabatan yang begitu erat serta penuh makna antara anggota dari laskar pelangi. Tema pendidikan ini juga dipadukan dengan ekonomi. Namun tema pendidikan lah yang sangat menonjol di dalam novel ini. Cerita di Laskar Pelangi dibuka dengan siswa baru yang berada di SD Muhammadiyah di Gatung, Belitong Timur, SumSel. Wilayah ini memiliki sumber daya alam yang kaya akan timah.

Di dalam novel ini, ada begitu banyak konflik yang bermunculan. Tetapi, konflik yang pertama muncul adalah pendaftaran tidak mencukupi batas minimal murid yang disaratkan Departemen Pendidikan Budaya Sumsel. Bila calon murid yang mendaftar tidak lebih dari 10 anak, SD Muhammadiyah harus ditutup. Puncak konflik saat ditunggu hingga siang, jumlah murid hanya 9 orang, jumlah ini belum mencukupi. Hal ini membuat cemas kepala sekolah Pak Harfan serta guru, Ibu Muslimah. Hingga pada akhirnya pak Harfan memutuskan memberi pidato serta mengumumkan jika penerimaan murid dibatalkan. Masalah pun berikutnya bermunculan dari berbagai tokoh.

Baca Juga:Fakta-Fakta Penting dari Novel Laskar Pelangi

Saat pak Harfan akan memulai pidatonya untuk memberitahukan jika penerimaan murid dibatalkan. Seorang ibu pun muncul ingin mendaftarkan anaknya, anaknya memiliki nama Harun yang memiliki keterbelakangan mental. Tentu kedatangan Harun serta ibunya memberi harapan pada Pak Harfan, serta bu Muslimah. Harun dianggap sebagai pahlawan karena sudah menggenapi murid sehingga SD tidak jadi tutup. Sekolah yang di malam hari dipergunakan sebagai kandang ternak pun pada akhirnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar menggunakan aktivitas yang seadanya. Sampai di sini, air mata Anda bisa menetes oleh Novel Laskar Pelangi.

Cerita pun masih panjang, ada begitu banyak cerita menarik yang dipaparkan di novel ini. Latar belakang dari Novel ialah di sebuah sekolah yakni SD Muhammadiyah yang berada di Gantung, Belitong Timur, Sumsel. Namun, ada juga latar di gua, pohon, rumah hingga tepi pasar. Namun latar tetap berada di kawasan Belitong. Novel ini merupakan novel yang menceritakan kisah nyata, walaupun terdapat campuran imajinasi. Latar waktu yang dijelaskan di tahun 1974.

Suasana di dalam novel Laskar Pelangi ini ada kalanya cemas, senang, sedih. Terdapat amanat di dalam novel ini seperti jangan mudah putus asa karena sebuah keadaan. Keadaan bisa serba kekurangan. Namun bukan menjadi sebuah alasan untuk tak berusaha. Jadikan kekurangan ini sebagai sebuah motivasi yang lebih baik. Di dalam novel ini diceritakan kehidupan pendidikan yang begitu seadanya, serba kekurangan. Tetapi, tokoh-tokohnya tidak mudah menyerah dengan keadaan demikian. Penasaran dengan cerita selengkapnya? Segera miliki novel ini.

 

Be Sociable, Share!
December 5, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *