Sekilas Biografi Sastrawan James Joyce

Perkembangan sastra dunia, selalu menarik dibaca dan dipelajari. Kita bisa mengambil pelajaran juga bisa mengapresiasi karya-karya sastra luar biasa itu sebagai bagian dari perkembangan literatur dunia. biografi penulis karya sastra pun juga menarik dikaji. Kali ini, akan dibahas sekilas biografi sastrawan James Joyce. Sastrawan dunia yang lahir di Dublin, Irlandia. Pada tanggal 2 Februari tahun 1882. Sudah memberikan pengaruh besar pada dunia pustaka. Sejak usia muda, Joyce sudah memberikan perhatian pada dunia sastra dan kepenulisan. Dan sudah banyak membaca karya-karya klasik dalam bidang sastra.

Pada tahun 1916, James Joyce menerbitkan sebuah karya ‘Potrait Of The Artist’ dan ‘Ulysses yang melegenda itu, yang sampai saat ini masih terus dibaca dan dipelajari diberbagai universitas-universitas belahan dunia. Sastrawan James Joyce meninggal pada tahun 1941. Beberapa pengamat sastra dunia, dan para penulis biografi awal James Joyce, mengatakan James Joyce, adalah salah satu sastrawan paling penting dari abad ke 20. Dia telah memberikan bentuk-bentuk, gaya-gaya, aliran-aliran sastra baru yang cukup berpengaruh. Eksplorasi bahasanya sungguh di atas rata-rata seorang pengarang. Menuliskan tentang kehidupan sehari-hari, secara detail dan seksama.

Dia mengejar pendidikan di Clongowes Wood College. Lalu di University College Dublin. Lalu menerima gelar di universitas tersebut. Pada fokus dengan bahasa modern. Setelah lulus, ia akhirnya meninggalkan Dublin, dan berlabuh ke Paris. Awalnya ingin belajar ilmu kedokteran. Akhirnya dia pulang kembali ke negaranya. Ketika sang bunda meninggal pada tahun 1903.  Istrinya bernama Nora Barnacle, seorang pelayan kamar hotel yang berasal dari Galway. Joyce, mempublis cerita awalnya di Iris Homestead. Sementara itu, meskipun, Joyce terus menulis dan pada tahun 1914 ia menerbitkan buku pertamanya, Dubliners, kumpulan 15 cerita pendek. Dua tahun kemudian Joyce mengeluarkan buku kedua, Portrait Of The Artis.

Baca Juga:Sekilas Biografi Penulis Ernest Hemingway

Pada tahun-tahun berikutnya, Keluarga James Joyce menetap di Paris, Perancis. Merupakan tempat mereka tinggal saat karya legendaris Ulysses diluncurkan. Sukses besar pada novelnya, bagaimanapun tidak bisa melindungi James Jayce dari masalah kesehatan. Kondisi paling parah adalah dengan matanya. Dan hampir mengalami kebutaan.

Sayangnya,sastrawan James Joyce tidak pernah melihat hasil akhir dari kejadian Perang Dunia ke II. Setelah operasi usus, James Joyce meninggal dunia pada usia 59 tahun, pada tanggal 13 Januari, 1941 di Rumah Sakit Schwesternhause von Roten Kreuz. Istri dan anak berada di samping tempat tidurnya ketika ia meninggal. Ia dimakamkan di pemakaman Fluntern di Zurich. Dan karya-karya yang sudah dihasilkan James Joyce akan selalu dikenang, diminati, dibaca, dipelajari, dikaji, dan didiskusikan sebagai sebuah biografi kehidupan sang pengarang. Itu tanda sebuah karya agung dari tangan seorang penulis, akan abadi.

October 10, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *