Resensi dan Pesan Moral dalam Novel Perahu Kertas

Novel Perahu Kertas ini merupakan karya Dewi Lestari (Dee) yang mengangkat kisah mengenai dua orang remaja yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini, namanya Kugy dan Keenan. Kugy adalah seorang gadis yang bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng dengan karakter yang smart, supel dan tomboy. Sedangkan Keenan adalah seorang remaja lelaki yang baru saja dipaksa pulang oleh ayahnya setelah ia tinggal di Amsterdam selama 6 tahun bersama neneknya. Keenan digambarkan sebagai lelaki yang artistik dan berkeinginan besar menjadi seorang pelukis.

Di antara kehidupan kedua tokoh tersebut, ada beberapa tokoh lain yakni Eko-saudara sepupu Keenan, Noni yang merupakan sahabat Kugy sedari kecil, Luhde si perempuan Bali, Ojos, Bimo, Remi dan Pilik. Alur ceritanya mengalir tentang penemuan jati diri kedua tokoh utama novel ini yakni Keenan dan Kugy. Sebenarnya tema mengenai mempertahankan idealisme bukanlah hal baru dalam novel kolosal maupun millennial, hanya saja Dewi Lestari mencoba menggambarkannya secara apik, dikemas dalam bumbu-bumbu romansa remaja masa kini yang ‘out of the box’. Karena tidak ada adegan mesra atau luapan emosi yang berlebihan.

Dalam novel Perahu Kertas ini digambarkan mengenai perjuangan seorang Keenan dalam mempertahankan idealisme dan cita-citanya menjadi seorang pelukis di tengah pemikiran represif dari ayahnya. Dalam perjalanannya, Keenan dihadang dengan banyak sekali kompromi dan ujian namun tak lantas langsung membuatnya menyerah di tengah jalan. Meski ada unsur romantisme di dalamnya, namun tidak digambarkan dengan cara yang dramatis dan cengeng. Tak ada banjir air mata atau kata-kata kasar.

 Ada banyak sekali macam pilihan novel terbaru yang mesti kamu lihat. Baca selengkapnya di bukukamus.com

Hal tersebut terlihat dari cara kedua tokoh baik Keenan maupun Kugy dalam menyembunyikan perasaan cemburu di antara keduanya, yang mana timbul saat Keenan melihat Kugy makan malam berdua dengan pacarnya Remi dan Kugy saat melihat keakraban Keenan dengan Luhde, si gadis Bali yang selalu men-support karya lukis Keenan. Realita kehidupan pun ditunjukkan dari sosok karakter Pilik yang menjadi inspirasi bagi cerita dongeng Kugy maupun lukisan Keenan. Pilik adalah seorang anak yang tidak ada harapan melanjutkan sekolah ke bangku SMP karena himpitan ekonomi dan di tengah konflik cerita, ia harus pergi selama-lamanya karena penyakit tifus ia derita tidak tertolong secara medis.

Akhir cerita novel Perahu Kertas ditutup dengan sisipan pesan mengenai tingginya suatu keikhlasan dan pesan moral bahwa dalam kehidupan kita, ada orang-orang terdekat yang tidak seharusnya kita sakiti dan merupakan kewajiban dari kita untuk menjaga dan mendukung apa yang menjadi impian mereka sebagaimana mereka berusaha untuk menjaga mimpi-mimpi kita dalam dukungan, doa dan nasehat. Bagaimana berkesan bukan? Silahkan bagi Anda yang belum sempat membaca novel ini, segera membaca karena memang bagus dan bermakna.

 

Be Sociable, Share!
November 22, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *