Nilai-nilai Positif yang Terkandung dalam Novel Sang Pemimpi Andrea Hirata

Bagi para pembaca setia novel dari karangan Andrea hirata pasti tidak asing dengan judul sang pemimpi. Ya, itu merupakan novel kedua setelah laskar pelangi yang mampu menembus penjualan tinggi dan sangat populer. Dalam novel sang pemimpi tersebut sangat penulis yang menjadi salah satu tokoh dalam novel tersebut bercerita pada masa SMA nya. Tokoh pertama adalah ikal yang tidak lain adalah Andrea hirata sendiri dan kedua adalah Arai sebagai saudara jauh dari ikal. Dalam novel tersebut diceritakan mengenai perjuangannya yang tetap bersekolah meski kondisi ekonomi sangat susah.

Jika Anda membaca sampai dengan selesai novel dari Andrea Hirata sang pemimpi pasti akan menemukan banyak nilai positif yang dapat dijadikan contoh. Nah, berikut ini ada beberapa nilai pendidikan karakter dari salah satu novel terbaik Indonesia yaitu:

  • Nilai pendidikan religius.

Jika Anda memperhatikan betul setiap kata atau kutipan dalam cerita tersebut pasti akan menemukan bagaimana ada tokoh yang benar-benar taat pada salah satu agama walaupun lingkungannya sangat beragam jenis agamanya. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang mempunyai keyakinan yang berbeda tetapi dalam masyarakat tetap harus rukun, saling menghormati dan bekerjasama.

  • Nilai pendidikan moral.

Lalu ada pula tersirat nilai pendidikan moral, umumnya moral erat kaitannya dengan nilai perilaku, etika dan sikap. Dalam beberapa kalimatnya juga menyebutkan mengenai seseorang yang mencalonkan sebagai pemimpin padahal dahulu mempunyai sikat, etika dan perilaku yang sangat-sangat tidak baik.

  • Nilai pendidikan sosial.

Jika berbicara mengenai pendidikan sosial pasti erat kaitannya dengan rasa toleransi, kerukunan ataupun saling membantu sama dengan lainnya. Dalam novel sang pemimpi sangat banyak dialog yang mengandung artian pendidikan sosial yang begitu tinggi dari setiap tokoh yang diceritakannya. Misalnya dalam keadaan benci tetap saja mau menolong ataupun sikap lainnya.

  • Nilai pendidikan budaya.

Dan yang terakhir adanya nilai pendidikan budaya yang terlihat jelas pada banyak kalimat yang mengandung unsur kebudayaan atau adat istiadat setempat. Sebagai pembaca pasti Anda memahami hal tersebut dengan jelas, bahwa setiap masyarakat pasti mempunyai kebudayaan masing-masing yang harusnya tetap dilestarikan dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja walaupun jaman terus berkembang tetapi adat tetap saja tidak bisa ditinggalkan.

Dari beberapa pesan moral yang disampaikan penulis sepertinya benar-benar menguatkan pesan pendidikan yang dapat diambil dari sebuah novel tersebut. Andrea Hirata sebagai penulis tidak hanya menfokuskan pada masalah kerjakerasnya menggapai mimpi dalam keterbatasan ekonomi tetapi juga hampir semua pendidikan positif dalam sebuah masyarakat. Tidak heran jika novel sang pemimpi menjadi novel best seller dalam berbagai toko buku baik konvensional maupun online. Tidak hanya itu novel Andrea selanjutnya juga selalu mendapat perhatian cukup baik dari para masyarakat.

Be Sociable, Share!
January 29, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *