Berkenalan dengan 4 Ciri Buku Terbaik yang Pantas untuk Dimiliki

Selektif dalam memilih bahan bacaan akan membantu mendapatkan banyak manfaat maka usahakan memilih buku terbaik sebagai bahan bacaan Anda. Apa yang Anda baca sudah tentu akan mempengaruhi pola pikir dan kemudian kepada tingkah laku. Semakin baik dan berkualitas buku yang dikonsumsi sehari-hari maka dampaknya akan semakin baik. Sayangnya tidak semua orang memiliki kompetensi yang cukup untuk menentukan kualitas sebuah buku apakah baik dan cocok untuk dibaca atau tidak. Padahal efeknya sangat besar maka kehati-hatian dalam memilih buku ternyata vital untuk dilakukan.

Kenali Ciri-ciri Bahan Bacaan yang Baik

Buku yang Anda beli bisa dibaca sendiri ataupun dibaca oleh anak di rumah dan tetangga atau teman yang kebetulan meminjam. Mengingat apa yang kita baca menentukan pola pikir maka dianjurkan memilih bahan bacaan yang baik. Berikut ciri-cirinya supaya lebih mudah memilih:

  • Tema yang cocok dengan kebutuhan dan usia,

Buku terbagi ke dalam beberapa jenis dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta usia Anda selaku pembacanya. Jika memerlukan buku politik maka jangan dulu membeli novel supaya buku tersebut manfaatnya tepat. Kemudian usia pun perlu diperhatikan, sebab ada kalanya isi buku hanya cocok dikonsumsi usia tertentu.

  • Isi yang menarik dan enak dibaca,

Pernahkah menjumpai buku yang ketika dibaca terasa membosankan dan enggan membuka lembar berikutnya? Dijamin pernah menjumpainya dan termasuk jenis buku membosankan, sehingga Anda butuh buku terbaik sebagai pengganti. Usahakan memilih buku tidak hanya berdasarkan harga yang pas dan sampul yang terlihat menarik. Kenali kualitas isinya dengan membaca bab pertama, dan jika di awal sudah enak dibaca maka buku tersebut memang layak sekali untuk dimiliki.

  • Muatan yang tidak mengandung unsur sesat,

Tidak semua buku yang terparkir di rak toko buku adalah buku yang baik dan cocok dibaca semua orang di segala usia. Kadang kala Anda bisa menjumpai buku yang isinya terbilang sesat atau memutar balikan fakta. Misalnya saja berisi mengenai terorisme yang mengajak pembaca untuk melakukan hal yang sama seperti himbauan penulis. Muatan yang keliru dan sesat namun masih saja dibaca sampai tandas bisa membuat otak tercuci dan efeknya berbahaya.

  • Mencari buku yang memang berbobot,

Buku dikatakan baik jika berbobot, dalam artian isi di dalamnya memang membahas suatu tema secara mendetail. Misalnya saja seperti buku ilmu pengetahuan yang membahas mengenai UN, baiknya tidak hanya memaparkan teori saja. Melainkan juga menyediakan contoh soal yang beragam sebagai bahan latihan sehingga isi buku memberi manfaat maksimal. Ada baiknya membuka buku yang segel nya sudah terbuka untuk mengecek kualitas isinya agar tidak keliru, sehingga memastikan mendapatkan buku terbaik.

Be Sociable, Share!
July 28, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *