5 Novel Tere Liye Terfavorit dengan Cerita yang Menarik

Beberapa waktu lalu dunia literasi seakan berduka akan pernyataan Tere Liye yang mengumumkan akan berhenti dari dunia kepenulisan. Apa alasannya? Banyak yang bertanya-tanya. Dari sekian banyak karyanya tidak ada satu pun yang tidak laris. Kualitas dan gaya bahasa novel Tere Liye membuat novelnya terasa berbeda dan berkelas. Tere Liye mengungkapkan ada sedikit masalah dengan pihak pajak sehingga membuatnya berpikiran untuk berhenti mengeluarkan novel lagi.

5 Novel Tere Liye Terfavorit dengan Cerita yang Menarik

Hari ini kita bisa berlega karena Tere Liye sudah menyelesaikan masalah tersebut dengan baik-baik. Tere Liye terus memberikan kejutan menarik di setiap ceritanya kepada para pembaca. Namun tahukah Anda mana saja karya-karya tere Liye yang menjadi favorit bagi banyak orang? Berikut 5 novel Tere Liye terfavorit.

Hafalan Surat Delisa

Sudah tidak asing bukan? Novel ini bahkan pernah diangkat dalam sebuah film. Diambil dari latar bencana tsunami di Aceh, kisah Delisa ini benar-benar terasa nyata. Dikisahkan seorang anak perempuan yang akan segera menghadapi ujian praktik sholat. Namun, na’as pada hari ujian tiba, Delisa yang sedang mempraktikan gerakan sholat tidak menyadari bahwa di sekitarnya telah terjadi banjir besar.

Negeri Para Pedebah

Dari judulnya sudah jelas novel ini merupakan bentuk sarcasm yang menyindir pejabat-pejabat negara yang berkelakuan layaknya bedebah. Novel Tere Liye ini benar-benar menggambarkan bagaimana pemerintahan selama ini berjalan, korupsi dan suap yang terjad. Jika lebih detail, bahkan Tere Liye menuliskan kejadian korupsi yang besar di Indonesia melalui alur cerita yang sama, dengan nama tokoh yang berbeda.

Bumi, Bulan, Matahari, Bintang

Serial fiksi novel Tere Liye ini sangat kreatif. Di dalamnya terdapat fiksi-fiksi yang sangat menakjubkan. Jika novel ini difilmkan rasanya tidak akan sanggup, karena benar-benar di luar akal manusia. Novel ini menceritakan tentang Raib, Ali, dan Seli yang memiliki kekuatan super. Ketiga siswa SMA tersebut harus beberapa kali terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka bertarung.

Rindu

Tere Liye memberi sentuhan sejarah bangsa Indonesia pada novel ini. Diangkat dari kisah perjalanan haji dengan kapal Blitaar Holland pada tahun 1938, Novel “Rindu” ini menceritakan kerinduan tersirat penulis dalam novel. Banyak karakter yang disajikan Tere Liye dalam bentuk yang sangat unik. Usia muda hingga tua penulis jelaskan dengan apik. Seperti kisah seorang pasangan orang tua yang saling mencintai selama puluhan tahun.

Pulang

Novel satu ini menceritakan tentang tokoh Bujang yang melakukan perjalanan hidup yang panjang jauh dari orangtua. Hidup bersama seorang Tauke yang mengajarinya banyak hal dalam dunia mafia. Bertemu dengan tokoh mafia dunia, membuatnya harus berurusan dengan kongkalikong dunia hitam. Arti tersirat dari novel ini terletak dari pesan untuk pulang, yakni ketika keadaan bagaimanapun keadaan kita pada akhirnya kita harus pulang pada sang pencipta.

Be Sociable, Share!
June 8, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *